Tampilkan postingan dengan label Tech. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tech. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Oktober 2014


Tak hanya dapat mendukung aktivitas sehari-hari, beberapa penemuan teknologi inovatif disinyalir dapat mengubah dunia. Apapun jenis penemuannya, teknologi bisa membantu manusia menghadapi permasalahan di masa depan.

Teknologi bahkan dapat memajukan industri kesehatan, membantu penyandang cacat menjadi lebih percaya diri, dan mengubah wajah dunia olahraga menjadi jauh lebih canggih.

Penasaran seperti apa temuan teknologi yang telah mengubah dunia? Lebih jelasnya, simak di halaman berikutnya.

CT Scanner

Pada tahun 1971, seorang insinyur asal Inggris dari EMI Ltd, Godfrey Hounsfield, mengembangkan CT scanner pertama untuk memindai gambar otak manusia. Tahun berikutnya, Hounsfield memenangkan MacRobert Award dan tujuh tahun kemudian meraih Nobel Prize Committee. CT scanner digambarkan sebagai temuan luar biasa di industri radiologi yang telah menyelamatkan hidup orang banyak.

Light-Emitting Polymers

Pada tahun 1989, para peneliti di Cambridge University menemukan bahwa melewatkan arus listrik melalui polimer tertentu membuatnya bisa memancarkan cahaya. Cambridge Display Technology (CDT) dibentuk pada tahun 1992 untuk mengkomersilkan teknologi yang berkembang dari penemuan ini. Teknologi ini sekarang sedang digunakan dalam panel display generasi baru yang lebih cerah, lebih cepat, dan lebih tahan lama.

i-LIMB Hand

i-LIMB Hand adalah perangkat prostetik yang terlihat dan bertindak seperti tangan manusia. Inovasi di balik penemuan ini adalah teknologi multi-articulating finger, yang telah membuatnya dikenal banyak orang. i-LIMB Hand dikembangkan menggunakan teknik rekayasa elektronik dan mekanik terdepan serta diproduksi menggunakan material plastik berkekuatan tinggi. Hasilnya, i-LIMB Hand menjadi perangkat prostetik generasi baru yang ringan, kuat, dan membantu para penyandang cacat.

Liquid Scanning System

Perangkat besutan perusahaan teknologi Cobalt ini sekarang sedang digunakan secara ekstensif di sejumlah bandara untuk menskrining barang bawaan penumpang pesawat. Namun, lama-kelamaan Cobalt Liquid Scanning System sekarang digunakan untuk menskrining penyakit kanker non-invasif.

Water Cube

Water Cube dibangun pada tahun 2008 untuk ajang Olimpiade di Beijing. Sejak saat itu, tempat yang juga disebut dengan nama Pusat Akuatika Nasional Beijing kini telah dibuka sebagai taman air untuk umum. Wahana permainan air seluar 6.000 meter persegi ini dapat menampung 17.000 pengunjung, mempunyai lebih dari 15 atraksi seperti perosotan Tornado berbentuk corong, perosotan Aqualoop, dan Bulletbowl. Water Cube juga memiliki kolam ombak besar dan kolam arus yang menyusuri sekitar kompleks.

Sabtu, 25 Oktober 2014

ilustrasi
Satu lagi muncul teknologi baru yang mencengangkan. Dengan menggunakan Google Glass (baca: kacata mata pintar Google), sekarang orang bisa menarik uang dari Automatic Teller Machine (ATM) dengan aman, tanpa perlu membawa kartu ATM.
Dengan kemajuan sains dan teknologi hal ini sekarang menjadi mungkin dilakukan. Ilmuwan komputer dari Saarbruecken membuktikan ini dengan menggabungkan Google Glass dengan metode kriptografi dan teknik baru pengolahan citra untuk menarik uang di mesin ATM atau membaca dokumen terenkripsi.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan di Sciencedaily.com, pengunjung dapat memeriksa pendekatan baru ini di pameran komputer internasional CeBIT di Saarland University, Jerman, belum lama berselang.

Kemajuan teknologi ini membuat kehidupan manusia di masa depan menjadi semakin mudah sekaligus menyenangkan.

Misalnya, anda cukup mengedipkan mata agar foto identifikasi diri di mata anda dapat diambil. Selain itu, dengan melirikkan mata kanan anda bisa membaca teks pesan dan beberapa keperluan lain yang bisa dilakukan dengan menggunakan Google Glass.

Wah, kalau begini ceritanya, kedipan mata yang biasanya digunakan sebagai isyarat tertentu untuk lawan jenis, sekarang punya fungsi lain lagi. Cewek-cewek tinggal bawa pacarnya ke ATM lalu buat dia kedipkan mata berulang kali, maka uangnya keluar semua dari rekening. Heboh nantinya!

Meski demikian, apakah hal itu membuat para ahli IT patut merayakan hal ini sebagai tonggak baru dalam kemajuan teknologi yang berhasil mereka capai? Suatu kemajuan yang suatu saat nanti dapat digunakan masyarakat umum dalam kehidupan sehari-hari?

“Berkat bantuan Max Planck Institute for for Informatics, kami adalah satu dari beberapa universitas di Jerman yang dapat melakukan penelitian dengan teknologi Google Glass,’’ kata Dominique Schröder, asisten profesor Algoritma Cryptographic di Saarland University.

Perangkat peralatan canggih futuristik ini terdiri dari bingkai kacamata yang yang telah dipasangi kamera dan komputer mini. Kemajuan yang berhasil dicapai sampai saat ini sangat menggembirakan.

Meski demikian, seperti diakui Schroder, kemajuan ini bukan tidak memiliki sisi negatif yang perlu dikuatirkan. Terutama yang berkaitan dengan masalah keamanannya.

Schröder, yang juga merupakan peneliti di Center for IT-Security, Privacy and Accountability (CISPA), menyadari adanya kekuatiran masalah keamanan data dengan Google Glass.

“Kami tahu bahwa Anda dapat menggunakannya untuk penyalahgunaan data. Tetapi harus diingat bahwa teknologi ini juga dapat digunakan untuk melindungi data,’’ tegasnya.

Untuk membuktikan ini, Schröder dan kelompoknya menggabungkan Google Glass dengan metode kriptografi dan teknik dari analisis citra otomatis untuk menciptakan sistem perangkat lunak "Ubic".

Dengan menggunakan Ubic, proses penarikan uang di mesin ATM akan berubah sebagai berikut: Pelanggan mengidentifikasikan dirinya ke mesin ATM. Ini permintaan yang lumrah sebagai kunci yang handal bagi publik pelanggan.

Selanjutnya mesin tentu akan meminta nomor identifikasi pribadi (PIN). Belakangan ini bahkan pelanggan akan diminta membubuhkan tandatangan digital sebagai ganti tanda tangan konvensional.

Hanya pelanggan sesungguhnya yang dapat menggunakan rahasia yang tersimpan di dalam akunnya sendiri, dengan menggunakan kunci rahasianya. Selama ini, semua rahasia tersimpan dengan baik di Google Glass. Bersamaan dengan itu, uangnya juga aman.

Dengan berbagai perkembangan dalam teknologi ini sekarang, Google Glass sebagai salah satu perangkat semakin dikenal dan digandrungi banyak orang.

Mark Simkin, yang merupakan salah satu pengembang Ubic, mengatakan bahwa ini bisa menjadi menarik, misalnya , untuk perusahaan besar atau lembaga yang mengumpulkan informasi dalam satu dokumen, tetapi tidak ingin menunjukkan semua bagian untuk semua orang.

Bahkan sebuah perusahaan listrik besar telah mengirimkan permintaan kepada para ilmuwan komputer di Saarbrücken untuk meminta prototype Google Glass si kaca mata pintar untuk diproduksi secara massal. Diperkirakan Google Glass akan memasuki pasar Amerika tahun ini.

Seorang gadis yang saat ini masih bersekolah di Lynbrook High School di California telah membuat sebuah perangkat mini yang nantinya bisa mencharge sebuah ponsel hanya dalam waktu 20-30 detik.

Gadis dengan nama Eesha Khare ini dianugerahi Young Scientist Award oleh Yayasan Intel setelah mengembangkan perangkat kecil yang cocok di baterai telepon dalam ponsel, yang dapat memungkinkan mereka untuk mengisi dalam waktu 20-30 detik.

Dilansir dari CNN, Perangkat ini berupa sebuah kapasitor yang bisa menyimpan banyak energi di dalam sebuah ruang yang kecil dan bisa mencharge ponsel dalam waktu yang sangat cepat cepat dan menyimpan energi dalam waktu yang lama.

Menurut Khare, perangkat nya bisa bertahan selama 10.000 siklus mencharge dan charge ulang, dibandingkan dengan sebuah baterai biasa yang biasanya hanya mampu 1.000 siklus. Tentu penemuan yang sangat hebat bukan?

Uniknya setelah ditanya lebih lanjut mengenai perangkat yang unik ini, Khare terinspirasi dari ponsel yang sering ia gunakan. Karena posel yang ia pakai selalu kehabisan batrai, maka dari situlah ia mempunyai ide untuk membuat perangkat yang unik dan tentu saja portable karena berukuran yang mini.

Khare mendapatkan hadiah sebesar USD 50.000 oleh yayasan Intel setelah ia memenangkan Young Scientist Award. Rencananya, ia akan menggunakan uang hadiah dari penghargaan ini untuk melanjutkan studi di Harvard.

Gadget tersebut saat ini memang baru diujicoba untuk mendayai lampu LED. Namun kemungkinan besar bisa sukses juga sebagai sumber daya di perangkat seperti ponsel atau tablet PC, meski masih butuh waktu untuk mengembangkannya lebih lanjut.

Berikut Video saat Eesha Khare memenangkan Penghargaan Young Scientist Award.

Gadget
Samsung baru saja mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mengembangkan sebuah teknologi jaringan Wi-Fi 60GHz, yang memungkinkan kecepatan transfer data hingga 4.6Gbps. Seperti apa?

Bloomberg melaporkan, Samsung berusaha untuk mengkomersilkan 60GHz milimeter-gelombang pita teknologi Wi-Fi paling awal pada tahun depan.

Direncanakan kalau teknologi ini menggunakannya dalam berbagai produk audio visual, peralatan medis, Samsung Smart Home produk, IOT (Internet of Things), dan peralatan telekomunikasi.

Teknologi WiFi ( Wi-Fi 802.11ad) terbaru ini lima kali lipat kecepatan-nya, bila dibandingkan dengan generasi teknologi Wi-Fi sekarang yang hanya menawarkan kecepatan (108MB per detik).

Bahkan dengan Wi-Fi teknologi baru ini, file film 1GB akan memakan waktu kurang dari 3 detik untuk mentransfernya antar perangkat.

Menurut Samsung, teknologi ini menghilangkan gangguan co-channel, sehingga menghilangkan kesenjangan antara kecepatan teoritis dan kecepatan yang sebenarnya.

Hal ini Ini akan membantu dalam mencapai sepuluh kali kecepatan bila dibandingkan dengan 2.4GHz dan 5GHz Wi-Fi teknologi yang sedang digunakan.

Menurut Kim Chang Yong, Head of DMC R&D Center of Samsung Electronics mengatakan, "Samsung telah berhasil mengatasi hambatan komersialisasi 60GHz Band gelombang milimeter teknologi Wi-Fi, dan berharap untuk mengkomersilkan terobosan teknologi ini,"

"Perubahan baru dan inovatif menunggu perangkat generasi Samsung, sementara kemungkinan-kemungkinan baru yang telah dibuka untuk pengembangan masa depan teknologi Wi-Fi. " papar Yong.

Berbeda dengan teknologi 60GHz Wi-Fi lain (Wi-Fi 802.11ad) yang bukan komersial karena sifat penetrasi yang lemah dan kehilangan jalur tunggal.

Samsung sedang mencoba untuk membuat teknologi Wi-Fi mereka komersial dengan meningkatkan kualitas sinyal secara keseluruhan dengan bantuan beam-mikro pertama di dunia membentuk teknologi kontrol.

Hal ini juga mengembangkan metode pertama di dunia yang memungkinkan beberapa perangkat untuk terhubung secara bersamaan ke jaringan.(inilah.com)

Bicara dan mengakses ponsel tanpa menyentuhnya apakah mungkin? Mungkin, karena teknologinya telah diciptakan.

TheAwesomer melansir, beberapa tahun dari sekarang, pengguna tak harus lagi harus menyentuh maupun bicara dengan ponsel mereka, karena kini sudah teknologi yang hanya bisa mendeteksi gerakan di sekitar perangkat.

Terima kasih kepada Elliptic Labs karena sekarang sudah ada teknologi Ultrasound Gesture Recognition.

Teknolgo ini mendeteksi pergerakan yang ada di sekitar lokasi smartphone.
Dolby
Dolby Digital merupakan salah satu teknologi untuk menghasilkan suara surround digital.

Teknologi ini digunakan dalam pemrosesan dan pembentukkan data audio untuk lm-lm di bioskop atau lm-lm pada media kepingan seperti DVD.

Lalu bagaimana sejarah dari teknologi yang biasa Anda temui ketika menonton di bioskop atau di rumah dengan menggunakan Home Theatre?.

Simak halaman selanjutnya untuk mengetahuinya:

Penemu Teknologi Dolby Digital

Penemu Dolby : Ray Dolby
Ray Dolby, seorang legenda dari audio technology. Ia merupakan Inventor yang identik dengan kualitas suara, baik dari sauara untuk gedung besar maupun ruang tamu, karena Ray Dolby menemukan pengukuran kebisingan suara pada kaset audio pada tahun 1960.

Ia secara konsisten mendorong kemampuannya ketika datang ke teknologi hiburan audio dan pemrosesan sinyal. Dan hasilnya, kita bisa menikmati kualitas suara yang mengagumkan. Berikut kami akan ulas tentang hal yang dilakukan mendiang Dolby kepada dunia audio.

Pengurang Kebisingan Dolby B-Type


Pada tahun 1968, berlokasi South London, Inggris, sebuah perusahan kecil audio yang bernama Dolby Labs membuat sejarah hi-fi. Pada saat itu, kaset yang benar-benar memiliki kualitas tinggi hanya akan ditemukan di kota, tetapi sebuah terobosan metode untuk menekan suara desisan tape pada rekaman audio akan mengubah semuanya.

Pengurang kebisingan Dolby B-Type adalah sebuah keajaiban di dunia audio. Kaset memiliki suara yang halus dan indah didengarkan yang menjadikan pengiring musik yang kredibel.

Pada awal tahun 1970-an, Dolby Noise Reduction telah memasuki teknologi leksikon, dan pecinta musik serta para profesional yang digunakan untuk mendengarkan audio secara jelas untuk kenyamanannya.

Dolby Stereo


Pada tahun 1975, Dolby Labs memperkenalkan apa yang menjadi landasan audio surround sound modern. Dengan penggunaan matrik yang teliti dan penambahan trek audio optik analog ke 35mm roll cinema, Dolby Stereo memungkinkan empat saluran audio yang akan dibaca oleh proyektor dilengkapi oleh dua sekaligus. Suara soundtrack film bisa mendengung ke kiri, kanan, tengah dan monofonik.

Star Wars hasil karya George Lucas sering dikreditkan dengan memperkenalkan Dolby Stereo surround ke bioskop pada tahun 1977. Meski film sci-fi ini menjaadi katalisator utama untuk pengenalan secara luas sistem suara multichannel, namun film pertama yang benar-benar menggunakan Dolby Stereo adalah A Star is Born yang dibintangi Barbra Streisand.

Kini dengan menggunakan teknologi Dolby Stereo ini, kita bisa mendengarkan efek-efek keren dari film-film sci-fi yang mengagumkan.

Dolby Pro Logic


Pada tahun 1984, Dolby mulai melisensi decoder sound-nya untuk digunakan oleh para konsumen. Dolby Surround Decoder mampu memanfaatkan informasi surround yang disematkan pada judul film yang menggunakan teknologi Dolby Stereo ketika mereka dirilis sebagai kaset hi-fi VHS dan Laserdiscs.

Inovasi ini mulai menciptakan tren baru, bioskop di rumah dan menyebabkan Dolby Surround (dan akhirnya Pro Logic) decoding, muncul pada segala sesuatu dari prosesor dan penerima AV ke TV.

Perusahaan juga melisensi sistem matrix Dolby Stereo untuk pembuat program TV, seperti Dolby Surround. Bahwasaya, logo tertentu masih sering terlihat pada program-program tertentu.

Dolby SR


Diperkenalkan pada tahun 1986, Dolby SR (untuk Recording Spektral) membawa true high-fidelity ke dalam bioskop untuk pertama kalinya.

Hanya pernah digunakan pada tempat-tempat premium, Dolby SR kini dilupakan, tetapi tetap mewakili manifestasi akhir dari mimpi bioskop yang memiliki analog Raysurrond.

Dolby Digital


Awalnya dikenal sebagai AC-3, Dolby Digital pertama kali terdengar di bioskop pada tahun 1991.

Memulai debutnya pada film Batman Returns hasil garapan Tim Burton, audio 5.1 cerdiknya ini dicetak ke cetakan roll film 35mm antara lubang sprocket film.

Sebuah Dolby Digital soundhead dengan scanner CCD yang dipasang ke proyektor, kemudian akan membaca informasi digital ini. [ikh]
Inilah.com